SEJARAH GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
Posted on June 5, 2009 - Filed Under G E M | 23 Comments
A. Spektrum Gelombang Elektromagnetik
1. Hakikat Gelombang Elektromagnetik
Pada pertengahan abad ke sepuluh seorang ilmuwan Mesir di Iskandaria yang bernama Al Hasan (965-1038) mengemukakan pendapat bahwa mata dapat melihat benda-benda di sekeliling karena adanya cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh benda-benda yang bersangkutan masuk ke dalam mata. Teori ini akhirnya dapat diterima oleh orang banyak sampai sekarang ini.
Beberapa teori-teori yang mendukung pendapat Al Hasan diantaranya adalah
a. Teori Emisi atau Teori Partikel
Sir Isaac Newton (1642-1727) merupakan ilmuwan berkebangsaan Inggris yang mengemukakan pendapat bahwa dari sumber cahaya dipancarkan partikel-partikel yang sangat kecil dan ringan ke segala arah dengan kecepatan yang sangat besar. Bila partikel-partikel ini mengenai mata, maka manusia akan mendapat kesan melihat benda tersebut. Read more
Fisika - Soal Jawab Fisika OSN 2007
Posted on March 7, 2009 - Filed Under Olimpiade Fisika | 9 Comments
Memenuhi banyaknya pertanyaan dan permintaan dari siswa maupun teman-teman guru pembimbing olimpiade fisika yang menghendaki contoh soal dan pembahasan “Soal Olimpiade Fisika” maka dengan rasa rendah hati dan keterbatasan di bawah ini saya berikan link soal jawab fisika OSN tahun 2007. Semoga soal jawab fisika OSN ini bisa sedikit membantu para siswa yang saat ini sedang mempersiapkan diri untuk bertanding dalam seleksi olimpiade fisika di tingkat kabupaten ataupun propinsi, dan akhirnya selamat belajar dan semangat fisika.
Fisika - Soal Jawab Fisika OSN 2007
Jarak Bintang dengan Metode Paralaks Trigonometeri
Posted on February 28, 2009 - Filed Under Olimpiade Astronomi | 17 Comments
Pada abad ke-19 dilakukan pengukuran jarak bintang dengan cara Paralaks Trigonometri. Untuk memahami cara ini, lihatlah gambar berikut ini.
Akibat pergerakan Bumi mengelilingi Matahari, bintang terlihat seolah-olah bergerak dalam lintasan elips yg disebut elips paralaktik. Sudut yg dibentuk antara Bumi-bintang-Matahari (p) disebut paralaks bintang. Makin jauh jarak bintang dengan Bumi maka makin kecil pula paralaksnya. Dengan mengetahui besar paralaks bintang tsb, kita dapat menentukan jarak bintang dari hubungan:
tan p = R/d
R adalah jarak Bumi - Matahari, dan d adalah jarak Matahari - bintang. Krn sudut theta sangat kecil persamaan di atas dpt ditulis menjadi
Ø= R/d
pada persamaan di atas p dlm radian. Sebagian besar sudut p yg diperoleh dari pengamatan dlm satuan detik busur (lambang detik busur = {”}) (1 derajat = 3600″, 1 radian = 206265″). Oleh krn itu bila p dalam detik busur, maka
p = 206265 (R/d)
Bila kita definisikan jarak dalam satuan astronomi (SA) (1 SA = 150 juta km), maka
p = 206265/d
Dalam astronomi, satuan jarak untuk bintang biasanya digunakan satuan parsec (pc) yg didefinisi sebagai jarak bintang yg paralaksnya satu detik busur. Dengan begini, kita dapatkan
1 pc = 206265 SA = 3,086 x 10^18 cm = 3,26 tahun cahaya
p = 1/d –> p dlm detik busur, dan d dlm parsec.
Dari pengamatan diperoleh bintang yg memiliki paralaks terbesar adalah bintang Proxima Centauri yaitu sebesar 0″,76. Dengan menggunakan persamaan di atas maka jarak bintang ini dari Mthr (yg berarti jarak bintang dgn Bumi) adalah 1,3 pc = 4,01 x 10^13 km = 4,2 tahun cahaya (yang berarti cahaya yg dipancarkan oleh bintang ini membutuhkan waktu 4,2 tahun untuk sampai ke Bumi). Sebarapa jauhkah jarak tersebut?? Bila kita kecilkan jarak Bumi - Mthr (150 juta km) menjadi 1 meter, maka jarak Mthr - Proxima Centauri menjadi 260 km!!! Karena sebab inilah bintang hanya terlihat sebagai titik cahaya walau menggunakan teleskop terbesar di observatorium Bosscha.
Sebenarnya ada beberapa cara lain untuk mengukur jarak bintang, seperti paralaks fotometri yg menggunakan kuat cahaya sebenarnya dari bintang. Kemudian cara paralaks trigonometri ini hanya bisa digunakan untuk bintang hingga jarak 200 pc saja. Untuk bintang2 yg lebih jauh, jaraknya dapat ditentukan dengan mengukur kecepatan bintang tersebut.
Materi Seleksi OSN Tahun 2009
Posted on February 19, 2009 - Filed Under Olimpiade Fisika | 48 Comments
Dalam rangka pembinaan peserta seleksi Olimpiade Sains Nasional tahun 2009, khususnya Olimpiade Fisika di tingkat Kabupaten/Kota maka di bawah ini adalah silabus untuk OSN tersebut.
Jadi materi OSN 2009 untuk seleksi kab/kota dan provinsi adalah mekanika, sedangkan nasional adalah mekanika + Listrik/Magnet.
Silabus bidang studi Fisika :
Seluruh materi soal hanya tentang MEKANIKA, yang secara lebih rinci meliputi :
- Kekekalan energi mekanik
- Hukum Newton tentang gerak
- Osilasi
- Momentum dan Impuls
- Momentum sudut
- Gesekan
- Gerak melingkar
- Hukum Hooke
- Pusat massa
- Momen Inersia
- Rotasi
- Benda tegar
- Matematika : tentang diferensial yang sederhana
KAPASITOR
Posted on February 11, 2009 - Filed Under Pembelajaran Fisika | 2 Comments
Pengantar
Kapasitor adalah komponen listrik yang digunakan untuk menyimpan muatan listrik, dan secara sederhana terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat (bahan dielektrik). Tiap-tiap koduktor disebut keping. Simbol yang digunakan untuk menampilkan sebuah kapastior dalam suatu rangkaian listrik adalah
Dalam pemakaian normal, satu keping diberi muatan positif dan keping lainnya diberi muatan negatif yang besarnya sama. Antara kedua keping tercipta suatu medan listrik yang berarah dari keping positif menuju keping negatif. Dalam rangkaian listrik, kapasitor digunakan antara lain : (1). memilih frekuensi pada radio penerima, (2) filter dalam catudaya, )3). memadamkan bunga api pada sistem pengapian mobil, dan (4). menyimpan energi dalam rangkaian penyala elektronik. Sesuai penggunaannya, dalam praktek terdapat berbagai jenis kapasitor, antara lain : kapasitor kertas, kapasitor elektrolit, dan kapasitor variabel.









