SPEKTRUM BINTANG
Posted on October 27, 2008 - Filed Under Olimpiade Astronomi | 5 Comments
Dalam astronomi, bintang dikelompokkan berdasarkan spektrumnya. Pengelompokan berdasarkan spektrum ini dilakukan karena spektrum bintang memberikan informasi yang sangat banyak, mulai dari temperatur sampai unsur-unsur yang terdapat dalam bintang.
Spektrum adalah hasil dari pembiasan gelombang elektromagnetik (contohnya cahaya). Pada dasarnya cahaya yang kita temukan sehari-hari – yang berwarna putih/bening – adalah gabungan dari berbagai warna. Warna-warna ini yang menunjukkan tingkat energi: merah menghasilkan energi yang paling rendah dan ungu menghasilkan energi paling tinggi.

Berdasarkan rumus
E = hf = hc/A
E = energi, h = konstanta Planck, f = frekuensi, c = kecepatan cahaya dan A = panjang gelombang,
maka gelombang berenergi besar memiliki frekuensi yang besar, dan sebaliknya panjang gelombangnya kecil. Informasi semacam ini yang diturunkan dengan berbagai pendekatan fisika, sehingga dalam penerapannya di Astronomi, spektrum bintang itu sangat penting.
Pengelompokan bintang dengan kelas spektral seperti klasifikasi Morgan – Keenan. Lihat gambar:
![]()
Bintang kelas O adalah bintang yang panas, berwarna biru. Bintang kelas M merupakan bintang yang dingin. Matahari termasuk kedalam bintang dengan kelas G, warnanya kuning. Perlu dicatat, klasifikasi seperti ini tidak ada hubungannya dengan ukuran bintang. Jadi bintang kelas O belum tentu ukurannya sangat besar.
Dengan melakukan observasi spektroskopi – yaitu pengamatan bintang khusus pada spektrumnya – didapatkan panjang gelombang cahaya yang dipancarkan bintang. Dengan rumus yang tadi, bisa diketahui berapa energinya. Dengan menerapkan hukum Termodinamika bisa diketahui kaitan antara energi dengan temperatur.
Klasifikasi MK ini diterapkan dalam diagram yang disebut Diagram Hertzprung – Russel. Diagram ini dikembangkan oleh Astronom bernama Ejnar Hertzsprung dan Henry Norris Russell sekitar tahun 1910, dan bermanfaat dalam mempelajari evolusi bintang, yakni proses lahir, berkembang dan matinya bintang.

Untuk mendapatkan diagram HR ini, biasanya dilakukan 2 jenis observasi, yaitu Spektroskopi dan Fotometri. Spektroskopi seperti yang sudah saya jelaskan tadi, sedang Fotometri adalah pengamatan dengan berpatokan pada magnitudo (kecerlangan) bintang. Dari pengamatan spektroskopi didapatkan kelas spektrum, dan dari pengamatan fotometri didapatkan kelas luminositas. Lalu, dengan mencocokkan posisi bintang dalam diagram terhadap kelas spektrum dan kelas luminositasnya tersebut, dikaji lebih lanjut tentang radius dan umur bintang. Mohon maaf, belum bisa saya jelaskan lebih detil karena cukup rumit dan memakan waktu.
Begitulah salah satu cara analisis yang dilakukan astronom dalam mempelajari bintang.
SUMBER ARTIKELĀ http://cosmicemission.wordpress.com
Comments
5 Responses to “SPEKTRUM BINTANG”
Leave a Reply







saya suka ulasan anda tentang umur bintang. Kalo boleh tolong anda ulas juga bagaimana menentukan jarak antara bintang berdasarkan rambataan cahaya bintang tersebut. terima kasih.
askum.pak mau tanya saya bisa dijelaskan tentang macam2 warna spektrum bintang dan tingkat kecerahannya ndak pak ?makasih
upload soal2 olimpiade + pembahasannya dong,,,,,,,,,,,
Pak tolong dikirim donk soal olimpiade astronomi tingkat provinsi tahun 2008 dan 2009 beserta pembahasannya.
Tolong ya Pak,Saya butuh sekali buat mewujudkan impian saya.
Pak…
Kok gak direspon sih,
Tolong dong pak dikirimin soal ma jawabannya,
saya butuh sekali Mas.